Langsa (Abdurrachman Halim) --- Keheningan suasana menambah kekhidmatan upacara Hari Guru Nasional yang ke 73 di halaman depan MAN 2 Langsa pada Senin (26/11). Dengan melantunkan bait-bait puisi, Drs. Zaini Bakri mampu membuat seluruh perhatian peserta upacara tertuju padanya. Tidak terdengar desiran suara sedikitpun dari mereka. Semuanya tertunduk menghayati setiap sajak-sajak yang dibacakan.
Drs. Zaini Bakri sendiri merupakan salah seorang guru MAN 2 Langsa yang mengasuh pelajaran Bahasa Indonesia. Semasa mudanya, ia sering membacakan puisi-puisi melalui siaran radio. Pria kelahiran tahun 1961 tersebut termasuk salah satu pengisi radio yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Langsa karena retorikanya yang sangat memukau ketika membaca puisi.
“Masya Allah, mendengar puisi beliau kita menjadi terharu dan mengingat kembali perjuangan, pengorbanan, serta jasa guru-guru kita,” tutur Fajriani yang juga merupakan guru MAN 2 Langsa.
Sementara itu, Muhammad Taufiq yang merupakan salah satu siswa MAN 2 Langsa menjelaskan bahwa PGRI sangat penting untuk dirayakan guna memberi refleksi kepada kita tentang sosok manusia tanpa kenal lelah untuk mencerdaskan anak bangsa.
“Guru telah mengajari kita dengan didasari rasa tulus ikhlas dan kasih sayang. Ia terus menjadi faktor terpenting dalam membangun tembok peradaban yang bermartabat. Seluruh peserta didik sudah semestinya menghargai jasa guru-guru. Namun di era zaman now ini ada beberapa ironi yang menyayat hati. Ada beberapa sekolah di daerah Indonesia yang peserta didiknya tidak menjaga adabnya ketika berhadapan dengan guru. Malah mereka berani membentak guru. Padahal kita tanpa guru tidak ada apa-apanya. Jika hal tersebut kita lakukan maka tidak akan ada keberkahan pada ilmu yang kita peroleh,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan bersalam-salaman dengan seluruh dewan guru. Hal ini merupakan salah satu bentuk simbolik penghormatan dari seorang siswa kepada gurunya.

LINKEDIN