Langsa --- Kakankemenag Kota Langsa Drs. Salahuddin, M.Pd beserta jajarannya mengadakan kunjungan ke Madrasah Terpadu pada Senin (11/10). Ia berindak sebagai pembina upacara Senin yang dilaksanakan di lapangan MI dan diikuti oleh seluruh peserta didik dan tenaga pendidik Madrasah Terpadu baik dari tingkat MI, MTs, dan MA
Dalam pidatonya ia menjelaskan kepada seluruh peserta upacara tentang tujuan dibentuknya Madrasah Terpadu oleh para pendahulu dalam upaya membangun sebuah keterpaduan dalam segala aspek kehidupan.
“Di Aceh ada 3 daerah yang memiliki Madrasah Terpadu. Aceh Besar, Sabang, dan Kota Langsa. Kita patut berbangga akan hal ini. Terlebih sudah ada beberapa siswa kita dari madrasah ini yang muncul di permukaan dalam berbagai ajang, baik tingkat Kab/Kota, Provinsi, maupun Nasional. Dengan adanya Madrasah Terpadu ini diharapkan dapat menjadi suatu kekuatan besar dalam melahirkan penerus generasi bangsa yang intelektual dan berakhlakul karimah. Begitulah cita-cita dari para pendahulu kita dalam ruang lingkup Kementrian Agama, tinggal bagaimana usaha kita untuk merealisasikannya”, jelas Salahuddin.
Agenda kegiatan dilanjutkan dengan Launching Pustaka Digital MAN 2 Langsa. Hal ini merupakan salah satu wujud dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin pesat oleh pihak madrasah.
Kepala Perpustakaan MAN 2 Langsa Ainiyah, S.Ag menjelaskan prosedur dalam menjalankan sistem baru ini kepada Kakankemenag.
“Peserta didik dapat melakukan transaksi via online yang terhubung langsung dengan website Pustaka Digital MAN 2 Langsa. Website ini dapat diakses oleh siapapun melalui situs pencarian yang tersedia di internet”, ujar Ainiyah
Ia melanjutkan bahwa peserta didik hanya perlu membawa kartu pelajar yang sudah tertera kode batangnya untuk meminjam buku. Kode batang tersebut kemudian di scan lalu peserta didik menyerahkan buku yang akan dipinjamkannya untuk kemudian di scan kode batang yang ada pada buku tersebut. Dengan demikian, data peserta didik dan buku yang dipinjam sudah tersimpan di website Pustaka Digital.
“Durasi waktu yang diberikan untuk meminjam satu buku adalah 7 hari. Masing-masing peserta didik hanya boleh meminjam maksimal 5 buah buku. Jika ada yang terlambat mengembalikan maka akan didenda sebanyak Rp1.000/hari”, jelasnya.
Kegiatan terakhir pada hari itu ditutup dengan pembukaan Expo Madrasah Terpadu yang terdiri atas 14 stan dari tingkat MI, MTs, dan MA. Expo tersebut menyajikan berbagai kerajinan tangan peserta didik dan berbagai aneka makanan serta minuman juga aksesoris indah.
Melihat hal tersebut Kakankemenag Kota Langsa menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Madrasah Terpadu atas kerjasama dan kekompakan yang begitu hebat.
“Saya sangat senang dengan kegiatan-kegiatan yang dihelat oleh madrasah ini. Tadi sebelum saya meresmikan Pustaka Digital ada penyambutan dengan menampilkan tarian Aceh Ranup Lampuan baru kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian. Lalu saya dihadapkan dengan sebuah kegiatan lain yang tak kalah luar biasanya yaitu Expo Madrasah Terpadu. Tentunya hal ini merupakan suatu hal yang patut diberikan apresiasi sebesar-besarnya. Saya sangat berharap madrasah ini dapat terus berkembang lebih baik ke depannya sehingga mampu melahirkan kegiatan-kegiatan yang inovatif dan kreatif”, tutur Kakankemenag.
“Lebih baik madrasah, madrasah lebih baik”, pungkasnya.
[AR]

LINKEDIN