Langsa (Abdurrachman) --- Hari Jumat merupakan hari yang penuh keberkahan di dalamnya. Sebagai muslim, kita dianjurkan untuk mengisi hari tersebut dengan aktivitas yang bermanfaat. Khususnya di MAN 2 Langsa, hari Jumat diawali dengan wirid Yasin di tiap kelas yang dipandu oleh wali kelas masing-masing. Lantas dilanjutkan dengan kegiatan Tahfizhul Quran selama 1 jam pelajaran, (20/09).
Kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk pengembangan sipritualitas sekaligus sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman yang selama ini telah mereka pelajari di madrasah. Hal tersebut selaras dengan visi MAN 2 Langsa yakni membentuk siswa yang cerdas intelektual dan spiritual dengan berlandaskan iman dan taqwa (Imtaq) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Kepala Madrasah, Drs. Muhammad Nasir bahwa siswa madrasah harus mampu menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup guna menghadapi tantangan zaman yang semakin maju dan arus globalisasi yang kian pesat masuk ke lini kehidupan bermasyarakat. Peserta didik harus mampu menjadi generasi Qurani dengan mengimplementasikan kandungan al-Quran dalam kehidupan.
“Al-Quran itu harus tertanam di dada. Maksudnya nilai-nilai yang terkandung dalam setiap ayat al-Quran mestilah melekat di sanubari peserta didik sehingga lahirlah sifat-sifat mulia yang mencerminkan pribadi seorang muslim dan siswa madrasah. Dengan adanya wirid Yasin dan Tahfiz ini diharapkan mampu membentuk karakter yang bertaqwa kepada Allah SWT dan memiliki rasa cinta terhadap agama,” jelas Muhammad Nasir.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan sebagaimana mestinya mengingat banyaknya manfaat yang bisa dipetik dan tentunya akan sangat berguna bagi peserta didik dalam mengarungi kehidupan di masa yang akan datang nanti. Pihak madrasah tentu akan memberikan apresiasi besar bagi siswa yang memiliki hafalan al-Quran, di antaranya adalah membebaskan iuran SPP dalam jangka waktu tertentu tergantung seberapa banyak hafalannya.
Muhammad Zia Al-Farisi contohnya. Siswa yang duduk di bangku kelas XII-Agama tersebut mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan karena membantu dalam mengulang kembali hafalannya.
“Alhamdulillah di madrasah kami ada jam khusus untuk tahfiz. Itu sangat membantu dan saya manfaatkan untuk me-murajaah hafalan, apalagi diawali dengan membaca Yasin sehingga sangat terasa keberkahannya,” ujar Zia yang juga telah menghafal 10 juz al-Quran. []

LINKEDIN