Langsa (Abdurrachman Halim) --- Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa mengadakan sosialisasi terkait pelestarian adat Aceh di MAN 2 Langsa. Kegiatan tersebut berlangsung di Mushalla madrasah dan diikuti oleh 110 peserta didik, Sabtu (20/10). Bertindak sebagai pembicara adalah H. Ibnu Sa’dan dan Tgk. H. Muhammad Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Sa’dan menjelaskan bahwa MAA adalah sebuah lembaga pemerintahan yang khusus hanya ada di Aceh. Lembaga ini bertugas sebagai perpanjangan tangan dari pihak pemerintah guna melestarikan dan memperkenalkan adat Aceh yang dewasa ini sudah mulai kurang mendapat perhatian kepada pemuda-pemudi.

“Adat sendiri secara ringkas berarti aturan-aturan dalam pergaulan hidup. Jadi, adat ini memiliki tugas untuk menata kehidupan bermasyarakat di Aceh khususnya. Sejak zaman kerajaan dulunya, adat Aceh sudah berkembang dan menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Adat Aceh sudah diakulturasikan dengan corak keislaman sehingga sudah sesuai dengan syariat Islam,” pungkas Ibnu Sa’dan yang juga merupakan Wakil Ketua MAA Kota Langsa.

Sementara itu, Muhammad Hasan juga menyampaikan bahwa pemuda Aceh sudah mulai tidak lagi mempedulikan adat negeri yang berjulukan Serambi Mekkah ini. Mereka bahkan hampir tidak mengetahui dan mengenali adat Aceh yang dulunya pernah berhasil menjayakan Aceh hingga terkenal sampai ke luar negeri. Adat Aceh sendiri mengatur seluruh aspek kehidupan baik dari sisi ekonomi, sosial, dan keagamaan.

“Kalian sebagai generasi penerus Aceh, pemegang tongkat estafet perjuangan haruslah mengetahui bagaimana adat Aceh itu sendiri. Dengan mengetahuinya, insya allah kalian akan bisa membawa nama baik Aceh hingga disegani oleh seluruh daerah sebagaimana yang pernah terjadi dulunya. Adat bak Po Teu Meureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksmana,” tandasnya.

Peserta didik pun terlihat sangat memperhatikan setiap penjelasan yang diberikan. Hal itu dapat dilihat dari soal-soal yang mereka ajukan. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sangat bagus dan sangat berkualitas. Ibnu Sa’dan pun memberikan apresiasi yang tinggi terhadap peserta didik yang bertanya.

“Saya yakin siswa-siswi MAN 2 Langsa bisa menjadi penerus generasi Aceh dan akan sukses di masa yang akan datang,” imbuhnya.[]