Langsa (Abdurrachman Halim) --- Madrasah Terpadu Kota Langsa untuk pertama kalinya mengadakan Maulid Akbar gabungan yaitu MIS Terpadu, MTsS Terpadu, dan MAN 2 Langsa. Penyelenggaraan acara tersebut berdasarkan ide dari masing-masing kepala madrasah dari masing-masing madrasah. Berlokasi di halaman depan MAN 2 Langsa dan turut dihadiri oleh para tamu undangan dari Kota Langsa dan Kab. Aceh Timur pada Kamis (22/11).

Dalam pidatonya, Muzakir, S.Pd.I selaku Ketua Panitia menyampaikan beberapa tujuan diadakannya acara ini.

“Selain untuk memperingati maulidur rasul, kami juga ingin mempertemukan dua pihak pemerintahan dari Kota Langsa dan Kab. Aceh Timur. Hal tersebut berkaitan dengan status tanah Madrasah Terpadu yang belum jelas karena memiliki dua pemilik yaitu Langsa dan Aceh Timur, akibatnya bantuan yang dikirimkan dari pusat tertahan. Maka oleh karenanya, melalui momentum Maulid Nabi ini kami berharap dua pihak pemerintahan dapat menemukan solusi terbaik atas perkara ini,” jelas Muzakir.

Sementara itu, Kakankemenag Kota Langsa Drs.Salahuddin, M.Pd juga memberi apresiasi terhadap acara ini. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Madrasah Terpadu untuk tetap menjaga ikatan solidaritas yang sudah terbangun ini.

“Walaupun suasana diwarnai oleh hujan, tetapi alhamdulillah acara ini tetap dapat berjalan dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa segala sesuatu akan menjadi mudah jika kita semua bersatu,” pungkasnya.

Wakil Walikota Langsa, Dr.Marzuki Hamid, MM dalam sambutannya juga turut memberi beberapa nasihat.

“Madrasah adalah sebuah lembaga pendidikan yang memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum. Sudah banyak alumni-alumni madrasah yang menjadi orang yang sukses baik yang menjadi pejabat, pemimpin, dan lain sebagainya. Melalui pendidikan di madrasah kita berharap akan terlahir generasi qurani yaitu generasi yang menjadikan al-quran sebagai pedoman hidupnya serta turut memberikan kontribusi dan berpartisipasi untuk memajukan negaranya,” ujar Marzuki.

Adapun untuk tausiyahnya disampaikan oleh H.Muhammad Thabri, Lc.MA. Ia menjelaskan beberapa poin penting terkait Maulid Nabi.

“Rasulullah SAW merupakan sosok teladan bagi umat Islam. Manusia agung yang memiliki kepribadian mulia. Dengan kemulian akhlak beliaulah banyak orang yang berbondong-bondong masuk Islam. Beliau berjuang diwarnai dengan air mata, cucuran darah dan keringat. Mari kita mencontohi Sumayyah binti Khayyat, wanita pertama yang syahid di jalan Allah. Ia merupakan budak dari Abu Jahal dan mendapat siksaan namun ia tetap mempertahankan keimanannya hingga akhirnya wafat dalam keadaan teguh pada pendiriannya,” jelasnya.

“Ada orang yang mengatakan bahwa Rasul tidak pernah merayakan hari kelahirannya. Namun, ketika kita membuka lembaran sejarah ternyata Rasul pernah merayakannya. Orang yang beranggapan seperti itu adalah orang yang buta sejarah. Rasulullah SAW berpuasa ketika hari senin karena hari tersebut adalah hari kelahiran beliau. Hal tersebut menunjukkan bahwa Nabi merayakan hari lahirnya, bahkan setiap minggunya,” lanjutnya.

Para hadirin terlihat sangat memperhatikan setiap untaian kata yang disampaikan oleh penceramah. Dengan retorika berrbicara yang sangat memukau, ia mampu membuat seluruh masyarakat madrasah paham terhadap apa yang ia sampaikan.