Langsa (Inmas) --- MAN 2 Langsa telah mendapatkan SK dari Kanwil Kemenag Aceh sebagai Madrasah Inovasi. Madrasah Inovasi memiliki ciri khas keunggulan tersendiri yang menjadi pembeda dengan madrasah atau sekolah lain secara umum. Madrasah yang ditetapkan sebagai madrasah inovasi harus mengembangkan beberapa aspek yaitu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, kesiswaan, proses pembelajaran, fasilitas, manajemen, dan keungguluan khusus. Untuk merealisasikan program madrasah inovasi, MAN 2 Langsa menyelenggarakan ujian semester ganjil berbasis android dengan via google form. Ujian ini dilaksanakan mulai 6 - 11 Desember yang diikuti oleh seluruh pelajar MAN 2 Langsa baik kelas X, XI, maupun XII. Bagi siswa/i yang tidak memiliki android, madrasah telah menyiapkan komputer. Ada sekitar 30 siswa dan 3 kelas yang mengikuti ujian menggunakan komputer dari madrasah. Soal ujian berbentuk choice agar memudahkan siswa/i untuk menjawab pertanyaan yang ada di android hanya dengan menekan salah satu jawaban yang benar saja. Dalam pelaksanaan ujian online ini terdapat dampak positif dan negatif. Dampak positif diantaranya, tidak menggandakan soal karena soal sudah di share melalui digital online. Dengan adanya digital online para guru tidak perlu lagi memfotocopy kertas ujian dan tidak perlu bersusah payah lagi untuk memeriksa soal karena secara otomatis setelah soal selesai dijawab dan dikirim, admin langsung bisa melihat nilainya tanpa diperiksa. Dan pada google from juga terdapat analisis soal-soal yaitu berapa persen siswa yang menjawab soal dengan benar atau salah. Selain itu, juga terdapat grafik-grafik soal yang manakah yang sulit dijangkau oleh siswa. Dampak negatif diantaranya, siswa dapat mengirimkan link soal kepada temannya yang tidak hadir pada saat ujian. Tetapi hal tersebut sudah diantisipasi oleh pihak madrasah dengan cara, pihak madrasah memberikan token pada saat siswa ingin membuka soal. Jadi para siswa yang tidak mengetahui token tersebut tidak bisa membuka link soal dan mengerjakannya. Tetapi apabila siswa yang tidak hadir mendapat kiriman token dari temannya dan mengerjakannya, pihak madrasah juga punya antisipasi, yaitu daftar hadir manual yang ditanda tangani oleh pengawas dan siswa yang hadir di kelasnya masing-masing. Jadi dengan begitu pihak madrasah dapat mengetahui siapa saja yang tidak melaksanakan ujian di madrasah meskipun nilainya telah terdaftar.
“Karena secara umum, dampak positif lebih besar dari pada dampak negatif nya, ujian menggunakan google form ini layak untuk dipertahankan. Dan segala kekurangannya, akan tetap kita evaluasi untuk kebaikan dan kesempurnaan di masa-masa yang akan datang” ujar Nazarul Islamuddin, S.Pd.I selaku kepala TU. [JM]

LINKEDIN