Kota Langsa ( Nazar ) --- Siapa yang tak kenal dengan pohon yang satu ini. Kelapa adalah salah satu buah yang paling diminati setiap orang, airnya  dapat menyegarkan setiap orang yang meminumnya, kelapa dijuluki sebagai “Pohon seribu satu guna”, semua bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari akar hingga daunnya.

Kita sebagai manusia diperintahkan untuk berpikir tentang penciptaan alam semesta tujuannya adalah agar kita dapat mengambil ibrah atau pelajaran dari hal-hal tersebut, salah satunya adalah dengan belajar dari pohon kelapa.

Pasti timbul tanda tanya pada diri kita, mengapa kita harus belajar dari kelapa? karena kelapa memberikan sejuta pelajaran bagi kita. Kelapa memiliki jutaan manfaat bagi manusia, daunnya bisa dijadikan tikar, tulang daunnya dapat dijadikan lidi kemudian dikumpulkan hingga menjadi sebuah sapu, buahnya dapat kita makan isinya, diminum airnya, batangnya dapat diolah menjadi kayu yang berkualitas tinggi sehingga nantinya digunakan untuk membangun sebuah rumah, dan masih banyak hal lain yang bermanfaat dari pohon kelapa.

Kita sebagai manusia diberikan akal yang sempurna oleh Allah SWT. Seharusnya kita bisa mencontoh pohon kelapa, bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain layaknya pohon kelapa. Rasulullah SAW bersabda :

خيرالناس انفعهم للناس  Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan sebaik-baik rupa, manusia adalah makhluk yang paling mulia diantara makhluk yang lainnya, makhluk yang beruntung karena bisa menjadi umat Muhammad SAW, makhluk yang diemban tugas sebagai khalifah di muka bumi, makhluk yang Allah SWT berikan akal dan nafsu, apakah semua nikmat itu tidak cukup untuk kita syukuri? Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Mari kita lihat kondisi umat sekarang ini, bukannya manusia yang banyak bertebaran di muka bumi melainkan sampah-sampah yang tidak ada gunanya, sampah tersebut bukan berwujud benda tetapi berwujud manusia. Tidak sedikit dari mereka yang terjerembab ke dalam lubang kemaksiatan bahkan mereka tidak memikirkan nasib diri mereka sendiri tidak selesai pada tingkatan SMA/MA, sehingga menjadi pengangguran yang tak tahu arah tujuan hidup dan akhirnya mnejadi sampah di masyarakat.

Tidaklah berguna orang yang di dalam hatinya tidak ada keinginan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, dedikasikanlah hidup kita untuk membantu sesama. Yakinlah, hidup kita pasti akan lebih indah jika bermanfaat bagi orang lain.

Tapi ironisnya banyak manusia abad ini yang tidak memperhatikan hal tersebut. Mereka malah sibuk dengan urusan mereka sendiri tidak mempedulikan nasib orang lain, masih banyak orang yang hidup serba kekurangan, tempat tinggalnya tak layak huni bahkan untuk makanpun masih kekurangan.

Sesekali lihatlah ke bawah jangan selalu melihat orang yang berada di atas kita. Karena dengan melihat ke bawah, kita dapat menjadi pribadi yang bersyukur dan tawadhu’. Kita yang hidup berkecukupan seharusnya bersyukur terhadap apa yang kita miliki. Salah satu cara agar hari-hari kita bahagia adalah bahagiakanlah orang-orang yang ada di sekitar kita, niscaya kita juga akan bahagia. Manfaatkanlah apa yang kita miliki untuk kita bagikan kepada orang lain, Insya allah bisa menjadi bekal kita ke surga kelak, Aamiina yaa rabbal ‘aalamiin.

(Penulis Abdurrahman Halim peserta didik Kelas X di MAN 2 Langsa)

 

Kunjungi portal resmi/ website MAN 2 Langsa di alamat : www.man2langsa.sch.id